LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS


PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan ke-18, gelombang 19  
Jum’at, 20 Agustus  2021 




Hari semakin gelap, senja pekat semakin mendekat. Bayangan Mentari mulai malu menampakan diri. Sayup-sayup terdengar suara Adzan dari masjid nun jauh disana. Semakin lama semakin mendekat, semakin keras dan semakin jelas terdengar. Suara Adzan di Marjid Al-Mutaqin terdengar paling jelas dibanding suara Adzan dari masjid lain ditempat yang lebih jauh.

Hamba tunduk pada perintahmu ya Allah, batinku bicara dalam doa. Kubasuh kedua telapak tanganku.  Kusucikan lidah dan ucapanku sebelum kuusap wajahku dengan air suci dan mensucikan.

Kubuang butir-butir kotoran najis dikedua tanganku dengan air yang mengalir jernih. Lalu kubersihkan rambut hingga kulit kepalaku, juga kedua telingaku, kedua kakiku dari jari jemari hingga mata kaki dan kusempurnakan dengan doa.

Ku mulai niatku tuk menyembahmu. “Terimalah sholatku, rukuk ku, sujud ku dan Ibadahku ya Allah” ku ucapkan doaku seusai sholatku. Kutinggalkan tempat sholatku, demi bertemu dengan orang-orang hebat, Sang Guru Blogger “Om Jay”, narasumber, dan moderator. Ku raih poselku, kubuka group WA, kelas Pelatihan Belajar menulis.” Tak ku dapat informasi tentang pelatihan malam mini. 

Perasaanku mulai gundah. Apa Om Jay, benar-benar sakit, hingga taka da kata pembuka yang biasanya sudah berderet bak gerbong kereta di WAG Pelatihan belajar menulis. “Ya Allah, berikanlah kesembuhan yang benar-benar sembuh, sehingga Om Jay bisa beraktivitas Kembali,” kupanjatkan doa untuk kesembuhan Om Jay.

Aku panggil anakku … “Mas Akmal, tolong nyalakan laptop ibu”

“Iya bu, ibu ada pelatihan mala mini?” anakku bertanya.

“Mestinya iya, tapi belum ada informasi, group masih sepi’ jawabku dengan penuh kekhawatiran.

Perasaanku semakin gelisah, ada kerinduan mengikuti  dan memperhatikan narasumber bicara melalui tulisan, di pandu moderator yang mampu mengarahkan jalannya diskusi-diskusi tentang kepenulisan.

Ku rebahkan badanku dan kunikmati betapa empuknya Kasur ini, sambil kuraih dan ku buka lagi ponselku, ….. taukah apa yang kudapati …?

“Masyaa Allah … kenapa ya tidak juga ada informasi apapun di WAG Pelatihan Belajar menulis.” Gumamku sambil kutaruh lagi ponselku dimeja kerjaku.

Lalu ku ambil lagi ponselku dengan hati yang mulai gusar. Tiba-tiba ….. trereeeeeeet. 

Kulihat selembar flayer, syarat dengan informasi tentang pelatihan malam ini tentang Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis dengan narasumber Yulius Roma Patadean, S. Pd., dipandu moderator handal Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd., yang lebih akrab dipanggil Bu Kanjeng.

Aku mulai menyimak, kata demi kata yang mulai muncul dan menari-nari dilayar ponselku. Bu Kanjeng mulai menyapa dan memberi salam.

Pak Roma (panggilan untuk narasumber) lalu menyapa peserta dengan ucapan “semangat menulis”.

Selanjutnya Pak Roma memperkenalkan diri, melalui link, kuturuti perintahnya untuk membuka ;

https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html

“Ternyata pak Roma memiliki banyak prestasi ya? Buku solonya juga sudah banyak.” batinku berbisik.

Ditengah kekagumanku pada prestasi pak Roma, tiba-tiba muncul pesan dari pak Roma “yakinlah dengan kualitas naskah buku yang telah disiapkan.”

“Bagaimana pun sederhananya naskah tulisan kita, ia akan memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya. Hindari rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan” lanjut pak Roma memberi pesan.

Benara pa yang disampaikan pak Roma. Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan pengeditan dan penyusunan naskah buku yang sistematis. 

Aku terus mengikuti paparan pak Roma malam ini. Paparan demi paparan begitu menarik karena disajikan melalui link Youtube. 

Link youtube pertama tentang cara membuat judul bab dan sub judul tulisan pada buku secara otomatis.  Masyaa Allah, mudahnya membuat judul bab dan sub bab pada buku secara otomatis, menggunakan Word. Sesuatu yang sangat bermanfaat bagiku. Kusimpan saja link ini supaya mudah mencarinya saat dibutuhkan. ini linknya https://youtu.be/jXPr59aWJSc 

Link youtube kedua tentang cara membuat daftar isi, kutipan, Index, Dan Daftar Pustaka otomatis. Aku coba buka https://youtu.be/eePQwyHAcjw



Link youtube ketiga tentang cara membuat indeks pada tulisan berbentuk buku.

https://youtu.be/mS8bfNZT-rA


Pertemuan malam ini jemariku tak selincah pada pertemuan sebelumnya dalam membuat resume lantaran terpesona menyaksikan uraian materi pak Roma melalui link youtube-nya. Hingga pagi menjelma resume pun belum selesai. Namun raga ini Lelah hingga tak sanggup lagi duduk dikursi kerjaku. Matapun kadang terpejam diluar kehendakku, hingga kuputuskan menutup gawai-ku setelah menulis dua pesan Pak Roma, pertama, agar kita terbiasa dengan penyusunan naskah sistematis ini, Kedua berpesan agar CLBK bukan Cinta Lama Bersemi Kembali tetapi, Coba Lakukan Biasakan dan Konsisten. Ha ….ha …ha …. Aku tersenyum sendiri diruang kerjaku.

 

***

Pagi hari usai sholat subuh, kucoba kembali gawai dengan niat melanjutkan membuat resume dari pertanyaan peserta pelatihan belajar menulis,

Kudengar teriakan dari kamar anak perempuanku “ibuuuu lapeeeer“

“Oh iya, ibu sampai belum masak” Jawabku sambil menepukan tangan ke dahiku

“Beli bubur  didepan aja mas Akmal!” perintahku pada anak pertamaku.

“Iya bu” jawabnya sambil berjalan ke garasi untuk mengeluarkan motor.

Aku kembali bersama gawai-ku, menyelesaikan resume. Ku perhatikan Bu Kanjeng sebagai moderator sudah berkomentar tentang narasumber dengan tulisan “Singkat padat hebat bermanfaat dan keren”

Bu Kanjeng pun berpesan agar peserta pelatihan menyempatkan ngulik youtube dan linknya Bang Roma kesayangan Prof Eko, yang melesat dan juga bertangan dingin dalam membuat buku. Moderator selanjutnya mempersilahkan peserta untuk bertanya melalui personal chat Bu Kanjeng.

Aku berusaha membuat rangkuman beberapa pertanyaan dari peserta dan jawaban dari pak Roma.

Helwiyah, Bekasi menanyakan tentang dua hal yaitu cara menjaga konsistensi dalam menulis dan menanyakan tentang kendala  yang bang Roma temui dalam proses menulis hingga jadi buku serta solusinya. Pertanyaan Helwiyah di jawab pak Roma, cara menjaga konsistensi dalam menulis sebagai berikut; bahwa sebagai guru, apalagi masa pandemi, pekerjaan tiada habisnya. Konsistensi saya pelihara dengan menyiapkan hari khusus untuk menulis, fokus di hari Minggu untuk menyatukan percikan tulisan, jika kepepet waktu untuk penyelesaian naskah , maka saya mengedit, menambah dan melengkapi naskah setiap malam. Sejak saya mengikuti pelatihan ini, jam tidur saya paling cepat jam 11 malam Waktu Indonesia Tengah.

Selanjutnya Pak Roma menjawab pertanyaan Helwiyah yang kedua, bahwa kendala utama adalah *Manajemen Waktu”,  Solusinya adalah memisahkan waktu antara bekerja, kegiatan masyarakat dan kuliah. Jangan pernah menunda untuk menuliskan ide untuk naskah buku jika sudah muncul di pikiran. minimal simpan di handphone.

Aku mencoba memahami, sembari aku berjanji dalam hati untuk mencoba cara-cara dari pak Roma agar impianku membuat karya buku bisa tercapai. Lalu ku lanjutkan mencari pertanyaan lain di gawaiku.

 

Dail dari Serang bertanya, “mengapa setelah menjadi penulis hebat, bapak juga menjadi pembuat channel YouTube, lalu Mana yang akan bapak pilih, beserta alasannya, jika harus milih 1 saja?”

 

Pak Roma menjawab bahwa keduanya masih dijalankan sampai sekarang. satu prinsip yang dipegang Pak Roma bahwa jangan menulis karena kebutuhan naik pangkat (bagi guru PNS), jika ini dipegang tentu motivasi dan niat menulisnya kurang power. Sedangkan Channel YouTube, di buat Pak Roma untuk melayani siswa-siswanya belajar secara tunda selama program belajar dari rumah. Dan kondisi ini masih berlangsung sampai sekarang. Keduanya tidak akan dilepaskan oleh Pak Roma. Menulis buku telah mendewasakan pikiran Pak Roma dan YouTube sebagai sarana berbagi ke siswanya. Jadi keduanya adalah satu kesatuan.Ms.Phia, Sukabumi pun bertanya “Dalam menulis latar belakang sebuah buku, apakah lazim jika diawali dengan kalimat tanya ( pertanyaan retorikal)? Dan Apakah ada ketentuan/ minimal jumlah bab dalam menulis  sebuah buku?”

Jawaban Pak Roma “Why not? Tentu bisa. Justru ini bisa menggelitik pembaca. Bagi saya, itu adalah sebuah kekhasan dan karakteristik seorang penulis. Menawarkan sebuah hal yang baru tentunya memuaskan pembaca.”

Pak Roma melanjutkan menjawab pertanyaan kedua “Untuk menulis buku non fiksi, saran saya minimal 5 BAB. Seperti yang kita ketahui standar penerbitan buku adalah 40 halaman versi UNESCO, kertas A5, ukuran font 12, Times New Roman. 5 BAB dengan masing-masing 20 halaman isi akan menghasilkan satu buku dengan ketebalan isi 100 lembar.

Ini pertanyaan Agustan, Kota Palopo. Pertanyaan, tentang keuntungan dari menyusun naskah buku secara otomatis tersebut. Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan kecepatan membuatnya secara manual?

“Sebenarnya tergantung kebiasaan menulis saja. Namun, dari pengalaman pribadi, dengan membuat otomatis, jauh menghemat waktu, terutama jika memindahkan bagian naskah dari satu bab ke bab lainnya.

Membuat otomatis juga sebenarnya turut membantu bagian penerbit, karena naskah kita rapi mulai dari lembaran pertama hingga bagian Sinopsis.” Demikian jawaban Pak Roma.

Pak Ali Mustofa, Sragen pun ikut bertanya tentang cara mengatasi rasa kecewa manakala naskah yang dianggap baik ternyata ditolak seta solusi yang harus dilakukan. Bagaimana jawaban Pak Roma, he .. he … agak lucu soalnya dikaitkan dengan pacaran. “Belajar pada pacaran....jika cinta pertama ditolak, yakinlah masih banyak peminat. Kata Seorang aktor di sinetron Dunia Terbalik, Cinta akan menemukan jalannya. Demikian halnya dengan buku. Jika satu dua penerbit mayor belum jatuh hati pada naskah, mungkin niche mereka belum ketemu dengan naskah kita. Cobalah menawarkannya ke penerbit Indie. Bagi saya tidak ada kata kecewa dalam menulis. Untuk melepaskan penat menulis, telah hadir penerbit Indie yang berkenan memberikan jejak keabadian kita di dunia literasi.” 

Amalia, Berau-Kaltim setelah membaca CV Pak Roma (dapat menghasilkan 5 karya buku dalam setahun) dia bertanya tentang kiat khususnya. Pak Roma pun menjawab singkat “CLBK.”

Tetapi Pak Roma kemudian menjelaskan bahwa itulah kiat dalam menulis. Selebihnya, miliki sebuah motivasi, harus menerbitkan naskah buku melalui tetesan keringat sendiri, biarkan emosi itu tercampur dalam buku perdana yang akan diterbitkan. Pada buku perdana akan ada rasa capek, galau, pusing, kecewa dan niat untuk menyerah. Pastikan naskah buku perdana terbit. Cukup di penerbit Indie. Selanjutnya, rasakan sensasinya, bahwa Anda sudah mencatatkan nama pada keabadian (menguti pak haji Thamrin Dahlan).

Pertanyaan terakhir disampaikan oleh moderator, dari Mangatur Panjaitan, Batam tentang pilihan  dan alasan buku non fiksi atau buku fiksi yang akan dipilih pak Roma. Dan pertanyaan hal-hal yang dituliskan dalam sinopsis agar orang lain dapat tertarik dan mau membaca serta membeli buku kita. 

“Dari hati yang paling dalam, saya memilih non fiksi. Buku non fiksi mudah ditulis. Sumbernya tak terbatas, tanpa melalui dunia khayalan. dari aktifitas mengajar bisa dibukukan, pengalaman jalan-jalan, kuliner hingga memoar, dll.” Demikian Pak Roma menjawab pertanyaan pertama.

Terkait Sinopsis, Pak Roma menjawab “isinya adalah ringkasan buku, dan kepada siapa pembaca buku itu ditujukan, apakah masyarakat umum atau terbatas ke kalangan tertentu seperti mahasiswa, guru, dosen, dll.” 

Diakhir pertemuan Bu Kanjeng meminta closing statemen Pak Roma dan inilah closing statemennya, menulislah dengan niat yang mulia bahwa harus ada jejak literasi yang ditinggalkan sebelum sang pencipta memanggil. Tidak ada kecewa dalam menulis, namun sesungguhnya yang ada adalah kepuasan bathin. Jangan pernah berhenti menulis. Menulislah selagi mampu.

Motivasi saya untuk menulis mendapat tambahan amunisi dari narasumber di pertemuan ke-18 ini. Semangat menulis.

Aku berdoa untuk mengakhiri kegiatan ini karena akhirnya aku bisa menyelesaikan resume dari pertemuan ke-18 ini.


 

 

LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS
 
Narasumber    : Yulius Roma Patadean, S. Pd..
Moderator     : Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd.
Resume Oleh  : Rr. Rahayu Sri Haryanti, M. Pd
Surel  : yantisoeratin@gmail.com
WA    : 085766069036



Komentar

  1. Terima kasih bapak/ibu, teman-teman atau mungkin ada anak-anak saya, sudah singgah di blog saya. Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha Esa membalas kebaikan saudara semua yang telah memberikan komentar. terima kasih.

    BalasHapus
  2. Keren, Ibu. Resumenya lengkap sekali. Benar, Bu. Semangat menulis bisa datang dari mana saja, terutama dari para Narasunber.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini